Terdapat sejumlah tanda yang perlu diketahui oleh para peternak merpati terkait kasus gagalnya penetasan pada burung ini. Lantas apa saja ciri merpati gagal menetas?
Merpati sendiri merupakan jenis burung yang cukup istimewa dan dekat dengan manusia, bahkan kerap digunakan sebagai simbol atau identitas tertentu. Salah satu daya tariknya adalah postur tubuhnya yang besar dan tampak elegan.
Oleh karena itu, bagi siapa pun yang membudidayakan merpati, penting untuk memahami ciri-ciri yang menunjukkan kegagalan proses penetasan. Berikut diantaranya:
1. Telur Berlendir
Telur yang mengeluarkan lendir biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri di dalamnya, yang memicu proses pembusukan. Jika ditemukan telur dengan kondisi seperti ini, sebaiknya segera dipisahkan atau dibuang dari sarangnya agar tidak menular dan merusak telur-telur lain di sekitarnya.
Telur yang berlendir bukan hanya tanda adanya infeksi bakteri, tetapi juga bisa menjadi sumber penyebaran mikroorganisme berbahaya ke telur sehat di sekitarnya. Jika tidak segera dipisahkan, bakteri dari telur busuk ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau kelembapan di dalam sarang, sehingga meningkatkan risiko semua telur menjadi rusak.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk rutin memeriksa kondisi telur agar kualitasnya tetap terjaga dan hasil penetasan tetap optimal.
2. Berbau Tidak Sedap
Tanda berikutnya dari kegagalan penetasan pada merpati adalah ketika telur mulai mengeluarkan aroma menyengat yang tidak sedap. Kondisi ini menandakan bahwa telur telah membusuk dan sudah tidak layak untuk proses pengeraman.
Jika tetap dibiarkan bersama telur lain yang sehat, telur busuk ini bahkan dapat mengganggu kondisi inkubasi karena bisa menyebarkan bakteri atau jamur, yang akhirnya membahayakan telur-telur lainnya. Oleh karena itu, penting untuk segera memisahkan dan membuang telur yang menunjukkan tanda seperti ini.
3. Tidak Menetas
Tanda berikut dari kegagalan penetasan pada merpati adalah ketika telur tidak kunjung menetas meskipun masa inkubasi selama 21 hari telah berlalu. Situasi ini menunjukkan bahwa proses perkembangan embrio di dalam telur tidak berhasil, sehingga telur tetap diam dan tidak menghasilkan anak merpati.
Kondisi seperti ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kualitas telur yang buruk, kurangnya kehangatan selama masa pengeraman, atau indukan yang kurang sehat.
4. Tidak Bermacam Warna
Telur merpati yang sehat biasanya memiliki warna putih kebiruan atau abu-abu pucat, menandakan bahwa embrio di dalamnya berkembang normal. Namun, jika warnanya berubah menjadi hijau atau cokelat, itu adalah tanda pembusukan akibat aktivitas bakteri atau kondisi penyimpanan yang buruk.
Dalam situasi seperti ini, telur sebaiknya segera dibuang agar tidak mencemari telur-telur lain atau sarang, serta untuk mencegah penyebaran penyakit pada induk maupun anak merpati.
5. Gagal Mengepaskan
Jika merpati betina tidak mengerami telurnya dengan baik, bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi fisik yang lemah atau kurangnya asupan nutrisi yang cukup. Telur yang tidak mendapat perlakuan yang tepat dari induknya bisa terabaikan dan akhirnya tidak menetas.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik merpati untuk memastikan merpati betina dalam keadaan sehat dan cukup makan agar proses pengeraman dapat berjalan dengan baik. Pemberian pakan yang bergizi akan mendukung kesehatan merpati dan meningkatkan kemungkinan telur menetas dengan sukses.
Itulah beberapa ciri merpati gagal menetas yang bisa diketahui. Tentunya dengan mengetahui beberapa ciri dari merpati gagal menetas ini, maka bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi hal serupa.





