Sebelum memutuskan untuk membeli, calon pemilik burung kenari perlu memahami beberapa hal yang sebaiknya dihindari dalam perawatannya. Lantas sebenarnya apa saja pantangan burung kenari agar lebih jinak?
Burung kenari dikenal sebagai burung kecil dengan bentuk yang menarik dan suara yang merdu, yang sering memikat para pecinta burung. Suara indah dari burung kenari dapat memberikan ketenangan dan membantu mengurangi stres setelah seharian beraktivitas.
Namun, meskipun burung ini memiliki banyak keistimewaan, ada sejumlah hal yang perlu dihindari saat merawat burung kenari. Apa sajakah pantangan tersebut?
Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dijauhi saat memelihara burung kenari:
1. Memperlihatkan dengan Burung Sejenis
Selama proses pemasteran dan penjemuran, burung kenari sebaiknya tidak diperlihatkan kepada sesama jenisnya. Sebaliknya, apabila berdekatan dengan burung lain yang berbeda jenis, masih diperbolehkan asalkan diberi jarak atau disekat agar tidak saling melihat langsung.
2. Meletakkan Terlalu Tinggi
Menentukan lokasi penempatan kandang burung kenari merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pemiliknya. Kandang tersebut bisa ditempatkan di posisi yang tinggi ataupun rendah, tergantung pada kebutuhan dan kondisi lingkungan.
Akan tetapi, meletakkan kandang terlalu tinggi tidak serta-merta membuat burung kenari menjadi lebih tenang. Justru, penempatan kandang di area yang lebih rendah dan ramai dapat membantu melatih mental burung agar lebih terbiasa dengan keramaian serta tidak mudah merasa takut.
3. Sering Dimandikan
Kondisi kesehatan burung kenari sangat dipengaruhi oleh kebersihan lingkungan serta tubuhnya. Salah satu upaya menjaga kebersihan tubuh burung ini adalah dengan rutin memandikannya.
Meskipun demikian, pemilik sebaiknya tidak terlalu sering memandikan kenari. Hal ini karena frekuensi mandi yang terlalu tinggi bisa menyebabkan penurunan birahi dan mengurangi intensitas kicauannya.
Jika terlalu sering dimandikan, kenari bisa mengalami stres atau merasa tidak nyaman, yang pada akhirnya berdampak pada kondisi birahi dan kemampuan berkicaunya. Oleh karena itu, pemilik perlu memahami perilaku dan respons burung terhadap rutinitas mandi untuk menentukan frekuensi yang tepat.
4. Memberi Pakan Tertentu
Burung kenari memiliki beberapa pantangan dalam hal pemberian pakan. Salah satunya adalah menghindari jenis makanan tertentu yang bisa menurunkan tingkat birahi.
Seperti telur puyuh, sawi putih, serta buah dan daun mengkudu. Selain itu, pemberian pakan secara berlebihan juga sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan burung mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.
5. Memberi Kerondong di Siang Hari
Penggunaan kerondong pada burung kenari memang sebaiknya disesuaikan dengan waktu dan tujuan tertentu. Saat siang hari, burung butuh stimulasi dari lingkungan sekitar seperti cahaya, suara, dan aktivitas manusia agar lebih aktif dan terpancing untuk berkicau.
Dengan tidak menutup sangkarnya, kenari dapat berinteraksi dengan kondisi sekitar yang merangsang vokalnya, sehingga proses menuju gacor bisa berlangsung lebih cepat. Sebaliknya, pada malam hari, kondisi lingkungan yang gelap dan tenang dibutuhkan untuk membantu burung beristirahat.
Kerondong berfungsi sebagai pelindung tambahan dari cahaya, angin, serta gigitan serangga seperti nyamuk yang dapat mengganggu kenyamanan tidur burung. Istirahat yang cukup dan berkualitas di malam hari juga berperan penting dalam menjaga stamina dan kestabilan emosi burung, yang pada akhirnya memengaruhi performa kicauannya di siang hari.
Itulah beberapa pantangan burung kenari agar lebih jinak yang bisa diketahui. Tentunya dengan mengetahui berbagai pantangan ini, maka kenari akan jauh lebih jinak.





