Burung murai batu terkadang menunjukkan perilaku agresif, seperti tiba-tiba menjadi galak dan mematuk tangan pemiliknya saat diberi pakan. Sebenarnya apa penyebab burung murai jadi galak?
Fenomena ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang perlu diperhatikan oleh para pemeliharanya. Burung yang memiliki nama latin Copsychus malabaricus ini dikenal sebagai burung prestisius karena kicauannya yang merdu serta kemampuannya yang unggul di kelasnya.
Di habitat aslinya, murai batu memangsa berbagai jenis hewan berukuran lebih kecil, seperti telur tawon, siput air, keong, dan sebagainya. Ada beberapa faktor khusus yang dapat menyebabkan burung murai menjadi agresif.
Ingin tahu apa saja penyebabnya? Berikut beberapa penyebab dari burung murai yang jadi galak maupun agresif, diantaranya:
1. Kurangnya Aktivitas
Ketika murai batu mengalami kebosanan akibat kurangnya aktivitas, seperti jarang terbang atau bermain, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatannya. Selain tampak lesu dan kehilangan nafsu makan, burung ini juga bisa menunjukkan perilaku tidak biasa, seperti sering diam di satu tempat, bulu mengembang, atau bahkan menjadi agresif.
Kurangnya stimulasi fisik dan mental bisa menyebabkan stres pada murai batu, yang dalam jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuhnya, membuatnya rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, pemilik perlu memastikan burung mendapatkan cukup waktu untuk bergerak, baik dengan membiarkannya terbang dalam sangkar yang luas maupun memberikan mainan atau stimulasi lain agar tetap aktif dan sehat.
2. Stres
Burung murai yang mengalami stres dapat menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan. Selain menjadi agresif dan sering menggerakkan sayapnya, burung ini juga mungkin kehilangan nafsu makan, berkicau lebih jarang, atau justru berkicau secara berlebihan.
Faktor pemicu stres bisa beragam, seperti perpindahan sangkar, suara bising di sekitar lingkungan, perubahan pola perawatan, atau keberadaan hewan lain yang dianggap mengancam. Untuk mengatasi stres pada burung murai, pemilik perlu memastikan lingkungan yang nyaman, memberikan pakan berkualitas, serta rutin berinteraksi dengan burung agar tetap merasa aman dan tenang.
3. Kurangnya Makanan atau Air
Burung murai yang mengalami kekurangan makanan dan air tidak hanya menunjukkan sikap agresif, tetapi juga dapat mengalami stres yang berdampak pada kesehatannya. Stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan burung menjadi kurang aktif, bulunya kusam, dan bahkan rentan terhadap penyakit.
Oleh karena itu, penting bagi pemilik untuk memastikan bahwa burung murai mendapatkan asupan makanan bergizi serta air bersih secara rutin. Selain itu, pemberian pakan yang bervariasi, seperti jangkrik, kroto, dan buah-buahan, juga dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisinya dan meningkatkan daya tahan tubuhnya.
4. Kondisi Kandang yang Tidak Baik
Tidak hanya kebutuhan makan dan minumnya yang harus terpenuhi, tetapi murai batu juga memerlukan lingkungan yang nyaman. Jika tempat tinggalnya tidak mendukung, burung ini cenderung menjadi lebih agresif.
Faktor-faktor seperti ukuran kandang, ventilasi yang baik, serta kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan murai batu. Selain itu, pemberian tempat bertengger yang sesuai dan pencahayaan yang cukup juga dapat membantu menjaga kesehatan serta kestabilan emosi burung ini.
5. Kurangnya Perhatian
Selain memastikan kebutuhan makan dan minumnya terpenuhi, murai batu juga membutuhkan lingkungan yang nyaman. Jika tempat tinggalnya tidak mendukung, burung ini bisa menjadi lebih agresif.
Kenyamanan murai batu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti ukuran kandang yang ideal, sirkulasi udara yang baik, serta kebersihan lingkungan. Selain itu, menyediakan tempat bertengger yang sesuai dan pencahayaan yang memadai juga berperan penting dalam menjaga kesehatannya serta kestabilan emosinya.
Itulah beberapa penyebab burung murai jadi galak yang bisa diketahui. Tentunya dengan mengetahui berbagai penyebabnya ini, maka bisa mencegah burung murai agar tidak galak.





