5 Penyebab Burung Parkit Mati Mendadak, Pemilik Burung Wajib Waspada

Kematian mendadak pada burung parkit sering menjadi persoalan yang meresahkan para peternak burung kicau. Karena itu, penting untuk mengambil langkah pencegahan sejak awal agar kerugian dapat dihindari. Ada beberapa penyebab burung parkit mati mendadak yang perlu diperhatikan.

Ada banyak faktor yang dapat memicu kematian mendadak pada burung parkit. Pemilik harus memahami berbagai penyebab ini supaya bisa melakukan upaya pencegahan sejak dini.

Salah satu penyakit umum yang menyerang burung parkit adalah Psittacosis, yang diakibatkan oleh bakteri Chlamydia psittaci. Berikut ini beberapa penyebab burung parkit mati mendadak yang perlu diketahui agar pemilik bisa segera mengambil langkah antisipasi, diantarnaya:

1. Shock Karena Mati Lampu

Pemadaman listrik di malam hari bisa menimbulkan stres berat pada burung, bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan kematian mendadak. Meski tidak selalu terjadi, kenyataannya banyak burung yang pernah mengalami peristiwa semacam ini.

Saat burung sedang sibuk berkicau atau makan, lalu tiba-tiba listrik padam, mereka biasanya terkejut secara refleks. Jika tidak sampai mati, dampak yang muncul sering berupa masalah kesehatan, misalnya bulu rontok atau tubuh yang menggelepar.

Untuk mencegah hal ini, sebaiknya burung sudah dipasangi kerodong sejak sore, tepat saat hari mulai gelap. Namun, jika terlupa memasang kerodong, Anda bisa segera mengantisipasi dengan mencari sumber cahaya seperti lampu senter atau lampu darurat.

2. Penjemuran yang Salah

Menjemur burung parkit bermanfaat untuk menjaga kesehatan bulu, membantu produksi vitamin D, dan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Namun, penting diperhatikan bahwa burung tidak boleh dijemur terlalu lama atau pada waktu yang terlalu terik, karena bisa menyebabkan stres atau bahkan dehidrasi.

Idealnya, penjemuran dilakukan pada pagi hari saat sinar matahari masih lembut, sekitar pukul 07.00–09.00, agar manfaatnya optimal tanpa membahayakan kesehatan burung.

3. Pakan Mengandung Pestisida

Pemberian pakan perlu diperhatikan dengan cermat karena kadang-kadang masih terdapat residu pestisida dari proses penanamannya. Sebagai contoh, bahan pakan seperti pisang atau jagung dapat mengandung sisa pestisida tersebut.

Jika hewan ternak terus-menerus mengonsumsi pakan yang tercemar, hal ini dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka, bahkan memengaruhi kualitas hasil ternak seperti daging, susu, atau telur. Oleh karena itu, penting untuk memastikan pakan sudah dibersihkan atau diproses dengan baik sebelum diberikan kepada ternak.

4.Memakan Hewan Klaper

Klaper merupakan hewan kecil berwarna putih yang sepintas menyerupai kupu-kupu. Jika burung parkit secara tidak sengaja memakannya, hal ini bisa mengakibatkan kematian mendadak pada burung tersebut.

Biasanya, klaper aktif pada malam hingga dini hari, bukan di siang hari. Untuk mencegah risiko ini, pemilik burung parkit disarankan menutup sangkar dengan kerodong.

Namun, jika parkit sudah terlanjur memakan klaper, penanganan awal yang dapat diberikan adalah memberikan air kelapa atau susu Bear Brand untuk membantu menetralisir racun.

5. Cara Memandikan Burung

Sering kali diremehkan, memandikan burung ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan. Misalnya, saat cuaca mendung atau turun hujan, sebaiknya jangan memandikan burung hingga terlalu basah karena hal tersebut dapat memicu risiko kematian mendadak pada burung parkit.

Hal ini terjadi karena suhu tubuh burung yang kecil rentan turun drastis saat bulunya basah dan cuaca dingin, sehingga burung mudah mengalami kedinginan atau bahkan hipotermia. Oleh karena itu, pemilik harus memperhatikan kondisi cuaca dan memastikan burung cepat kering setelah dimandikan.

Itulah beberapa penyebab burung parkit mati mendadak yang bisa diwaspadai. Sehingga bisa menjaga burung agar tetap sehat.

Leave a comment