6 Penyebab Burung Perkutut Malas Bunyi, Pemilik Harus Paham

Kicauan merdu burung perkutut sering kali menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta burung. Namun, ada kalanya burung yang biasanya rajin berbunyi mendadak menjadi diam dan enggan berkicau. Lantas apa saja penyebab burung perkutut malas bunyi ini?

Untuk mengatasi hal ini, penting bagi pemilik memahami alasan mengapa perkutut menjadi kurang aktif bersuara, sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat.

Burung perkutut dikenal memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi sekitar, pola makan, serta kesehatannya. Ketika salah satu dari faktor tersebut terganggu, maka kualitas suara yang dihasilkan pun bisa menurun.

Dengan mengetahui penyebab perkutut menjadi jarang berbunyi, pemilik burung dapat lebih mudah menentukan langkah yang perlu diambil. Beberapa faktor umum yang sering menjadi penyebab kondisi ini akan dijelaskan berikutnya:

1. Kurang Sinar Matahari

Burung yang jarang terkena sinar matahari cenderung mengalami penurunan stamina dan menjadi kurang aktif bersuara. Cahaya matahari memiliki peran penting dalam mendukung proses metabolisme serta meningkatkan suasana hati burung.

Untuk mengatasi hal ini, cukup rutin menempatkan burung perkutut beserta sangkarnya di area terbuka setiap pagi selama 30 hingga 60 menit.

2. Pakan Tidak Bervariasi

Burung perkutut yang tidak mendapatkan asupan pakan bergizi dan bervariasi cenderung mengalami penurunan energi serta menjadi malas berbunyi. Untuk mengatasinya, pemilik disarankan memberikan pakan campuran seperti milet merah, milet putih, canary seed, ataupun jenis pakan alami lainnya guna menunjang kesehatan dan vitalitas burung.

Burung perkutut membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang untuk menjaga stamina dan kualitas suaranya. Jika pakan yang diberikan monoton atau miskin gizi, burung bisa menjadi lesu, kurang aktif, dan tidak rajin manggung.

3. Burung Sedang Mabung

Mabung adalah fase alami saat burung mengalami pergantian bulu lama yang rusak dengan bulu baru yang lebih sehat. Pada masa ini, burung perkutut cenderung menjadi lebih tenang dan jarang berkicau.

Oleh karena itu, sebaiknya burung diberikan waktu istirahat penuh, hindari penjemuran yang berlebihan, serta minimalkan gangguan. Perhatian juga perlu difokuskan pada asupan makanan yang mendukung proses tumbuhnya bulu baru.

4. Gangguan Kesehatan

Burung yang mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, atau cacingan umumnya tampak lesu dan jarang berkicau. Oleh karena itu, pemilik disarankan untuk rutin memeriksa kondisi fisik serta kotoran burung.

5. Faktor Usia atau Genetik

Burung perkutut yang masih terlalu muda umumnya belum memiliki suara yang lantang dan stabil. Sementara itu, burung yang usianya sudah terlalu tua cenderung mengalami penurunan kualitas suara. Perlu diketahui juga bahwa tidak semua burung perkutut mewarisi genetik dengan kualitas suara yang baik.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memelihara, sebaiknya calon pemilik memilih burung dari garis keturunan yang dikenal memiliki suara berkualitas. Jika burung yang dipilih masih berusia muda, disarankan untuk bersabar hingga usianya mencapai kematangan, yaitu sekitar 5 hingga 6 bulan ke atas.

6. Lingkungan Baru atau Tidak Nyaman

Burung perkutut yang baru saja dipindahkan ke lingkungan baru biasanya akan merasa tidak nyaman dan rentan mengalami stres. Suasana yang ramai, banyaknya aktivitas manusia di sekitar, atau adanya hewan pemangsa dapat mengganggu ketenangannya.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya tempatkan kandangnya di area yang tenang, memiliki pencahayaan yang memadai, serta minim gangguan. Berikan pula waktu beberapa hari agar burung dapat beradaptasi secara perlahan dengan tempat barunya.

Itulah beberapa penyebab burung perkutut malas bunyi yang bisa diketahui. Tentunya dengan mengetahui berbagai penyebab ini, kita akan jauh lebih memahami permasalahan dari burung perkutut ini.

Leave a comment