4 Penyebab Burung Sogon Gembung dan Cara Penanganannya

Penyebab burung sogon gembung sering membingungkan, terutama bagi para penghobi burung pemula. Biasanya, burung sogon yang aktif dan lincah tiba-tiba menunjukkan perilaku menggembungkan tubuh, lesu, dan berkurangnya nafsu makan.

Hal ini tidak boleh dianggap remeh, karena bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang memerlukan penanganan segera. Burung sogon, yang juga dikenal sebagai burung madu sriganti, biasanya ditemukan di daerah dataran rendah yang terbuka.

Perilaku tubuh menggembung pada burung sogon ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi lingkungan hingga penyakit tertentu. Berikut ini adalah empat faktor umum yang dapat menyebabkan burung sogon menggembung, beserta cara penanganannya:

1. Suhu Terlalu Dingin

Salah satu alasan utama burung sogon menggembungkan tubuhnya adalah suhu lingkungan yang terlalu rendah.

Burung akan melakukan hal ini untuk mempertahankan suhu tubuhnya. Perilaku ini biasanya terjadi saat musim hujan atau jika kandang ditempatkan di area terbuka tanpa perlindungan.

Oleh karena itu, pastikan kandang diletakkan di tempat yang terlindung dari angin langsung. Pada malam hari, menutup kandang dengan kerodong bisa membantu menjaga suhu tetap hangat. Selain itu, pastikan kandang terlindung dari kebocoran air hujan.

2. Terinfeksi Penyakit

Penyebab burung sogon gembung yang selanjutnya yakni karena terkena sebuah penyakit. Penyakit yang menyerang burung sogon, seperti infeksi saluran pernapasan, cacingan, atau gangguan pencernaan, dapat menyebabkan burung menjadi lemas dan tubuhnya tampak membengkak. Burung yang mengalami kondisi ini biasanya akan lebih banyak diam dan tidak mengeluarkan suara.

Untuk penanganannya, perhatikan kotoran dan perilaku burung. Jika terdapat gejala tambahan seperti mata berair, bersin, atau kesulitan bernapas, segera bawa burung ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemberian obat-obatan khusus, seperti antibiotik, sebaiknya dilakukan berdasarkan rekomendasi dari tenaga medis profesional.

3. Stres atau Perubahan Lingkungan

Burung sogon cenderung mudah terpengaruh oleh perubahan lingkungan atau suara bising yang terlalu keras. Stres dapat menyebabkan mereka melakukan perilaku menggembung, terutama jika burung belum terbiasa dengan kandang atau tempat baru.

Untuk membantu mereka beradaptasi, pastikan burung ditempatkan di area yang tenang dan bebas dari gangguan. Hindari sering memindahkan kandang, dan pastikan mereka mendapatkan asupan makanan dan minuman yang cukup untuk mempercepat pemulihan.

Selain itu, kebutuhan fisik seperti makanan dan air yang cukup juga sangat mempengaruhi kesejahteraan mereka dalam menghadapi situasi baru. Memberikan perawatan yang baik akan mempercepat proses adaptasi dan memastikan burung dapat berkembang dengan baik di kandang barunya.

4. Pola Makan yang Tidak Seimbang

Kurangnya variasi pakan atau pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi dapat menjadi salah satu faktor penyebab burung sogon menggembung. Burung yang kekurangan energi biasanya menjadi lemah dan menggembungkan tubuhnya untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.

Untuk mengatasi masalah ini, perbaiki pola makan burung dengan memberikan pakan yang lebih bervariasi. Sertakan serangga kecil seperti kroto atau ulat hongkong, serta biji-bijian yang berkualitas.

Selain itu, pastikan burung mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat dan tidak stres, karena stres dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka. Perawatan yang holistik, meliputi pola makan yang tepat, kebersihan kandang, dan lingkungan yang nyaman, sangat penting untuk menjaga kesehatan burung sogon.

Itulah beberapa penyebab burung sogon gembung yang harus diketahui. Selain itu, dalam uraian ini juga telah diberikan pula bagaimana langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut berdasarkan penyebabnya.

Leave a comment