Penyebab Perkutut Mati Mendadak yang Harus Diwaspadai Oleh Pemilik

Kematian tiba-tiba pada burung perkutut kerap membuat para pemilik merasa bingung dan mencari tahu penyebab utamanya. Mengetahui faktor-faktor yang bisa menjadi penyebab perkutut mati mendadak sangatlah penting untuk mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.

Perkutut merupakan jenis burung yang dikenal tenang, namun cukup sensitif terhadap perubahan lingkungan, pola makan, maupun cara penanganannya. Karena itu, pemilik perlu memahami gejala-gejala awal yang menandakan gangguan kesehatan dan segera melakukan tindakan yang tepat.

Meski tampak sepele, beberapa faktor seperti kebersihan kandang, mutu pakan, serta kondisi sekitar ternyata bisa berdampak besar terhadap kesehatan burung ini.

Lantas, apa saja hal yang bisa menyebabkan burung perkutut mati secara mendadak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

1. Stres karena Lingkungan

Suara bising, kehadiran hewan pemangsa seperti kucing, atau terlalu sering memindahkan lokasi kandang dapat menjadi pemicu stres serius bagi burung perkutut. Jika tidak segera ditangani, kondisi stres ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuhnya dan berujung pada kematian.

Sebagai langkah pencegahan, sebaiknya tempatkan kandang perkutut di area yang tenang dan terlindungi. Batasi interaksi yang berlebihan, terutama dengan hewan lain yang berpotensi mengganggu rasa aman dan kenyamanan burung.

2. Makanan yang Tidak Sesuai

Burung perkutut berisiko mengalami kematian mendadak apabila diberi pakan yang tidak tepat atau sudah terkontaminasi oleh jamur maupun zat kimia berbahaya. Tak jarang, pemilik burung kurang menyadari bahwa biji-bijian yang disimpan dalam waktu lama bisa menghasilkan racun alami yang membahayakan.

Untuk mencegah hal tersebut, sangat disarankan bagi pemilik perkutut untuk memilih pakan yang berkualitas dan dalam keadaan segar. Makanan burung sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat agar terhindar dari kelembapan dan tumbuhnya jamur.

3. Infeksi Penyakit

Beberapa jenis penyakit seperti kolera, flu burung, atau infeksi saluran pernapasan dapat menyerang burung perkutut tanpa menimbulkan gejala yang mencolok. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan kandang secara berkala dan melakukan proses karantina terhadap burung yang baru dibeli. Jika burung menunjukkan gejala seperti bulu yang mengembang, tampak lemas, atau kehilangan nafsu makan, segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

4. Keracunan dari Asap atau Bahan Kimia

Paparan asap rokok, pewangi ruangan, maupun pestisida di sekitar kandang bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan burung perkutut yang berpotensi memicu kematian secara tiba-tiba.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya tempatkan kandang jauh dari dapur, lokasi penyemprotan pestisida, atau area yang menggunakan bahan kimia. Selain itu, pastikan sirkulasi udara di sekitar kandang tetap lancar agar udara yang dihirup burung selalu bersih dan segar.

5. Perubahan Suhu Ekstrem

Burung perkutut memiliki kepekaan tinggi terhadap perubahan suhu, khususnya saat cuaca terlalu dingin. Paparan langsung terhadap angin malam, hujan, atau penempatan kandang di area terbuka tanpa pelindung dapat meningkatkan kemungkinan burung mengalami kematian mendadak.

Untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya kandang perkutut dilengkapi dengan pelindung dari cuaca buruk seperti angin dan hujan. Saat malam tiba, disarankan menutupi kandang dengan kain atau penutup khusus serta menghindarkan kandang dari lokasi yang terbuka tanpa perlindungan.

Itulah beberapa penyebab perkutut mati mendadak yang bisa diketahui. Tentunya dengan mengetahui berbagai penyebab perkutut yang mendadak mati ini, kita bisa lebih waspada agar perkutut tak mati.

Leave a comment